Cara Membuat Kerajinan Tangan

CaraKomplit.com – Kerajinan telah ada sejak lama. Bahkan sebelum manusia mengenal teknologi canggih seperti sekarang ini, manusia sudah gemar membuat kerajinan. Bisa kita lihat sejak jaman prasejarah, manusia sudah mulai membuat berbagai peralatan menggunakan bahan-bahan alami, seperti tombak, kapak, gerabah, dsb. Kebiasaan manusia dalam membuat benda bernilai seni masih ada sampai sekarang dan mungkin tidak akan pernah mati karena itu sudah menjadi bagian hidup manusia. Berbicara tentang produk kerajinan tangan, tentu ada banyak sekali macamnya. Patung, kendi, guci, tas, sepatu, sandal, pakaian, hiasan dinding, masih banyak sekali contoh kerajinan tangan. Kali ini kita akan mengajari anda membuat kerajinan tangan berupa ukiran.

  1. Untuk membuat ukiran, tentu bahan harus dipersiapkan secara matang. Dari berbagai material untuk membuat ukiran, kayu adalah salah satu yang paling populer dan paling mudah dibentuk. Sering kita lihat di toko kerajinan tangan banyak patung yang terbuat dari kayu. Kayu memiliki harga yang relatif mahal. Namun setelah menjadi benda seni, nilainya bisa berlipat-lipat. Selain kayu sebagai bahan utama, anda juga perlu mempersiapkan alat bantu seperti alat pahat, pensil, penggaris, dll sesuai dengan kebutuhan. Untuk pahat sendiri terdiri atas beberapa macam. Yang pertama adalah pahat kuku, biasanya dipakai untuk membuat pahatan melengkung. Ada pula yang disebut dengan pahat lurus. Ini juga penting dalam membuat kerajinan tangan ukir-ukiran, terutama untuk memahat bagian yang lurus. Jenis pahat lainnya adalah pahat col, pahat setengah lingkaran, dan pahat miring.
  2. Nah setelah mempersiapkan bahan, anda bisa langsung ke proses pengerjaan. Yang terpenting dalam membuat kerajinan tangan ukir-ukiran adalah harus berhati-hati dan bersabar. Jika anda baru pertama kali melakukannya, tentu akan ada banyak keselahan selama proses pembuatan. Oleh sebab itu mulai dengan objek yang sederhana dulu. Jika dirasa cukup mahir, anda bisa melanjutkan ke ukiran yang lebih sulit.
  3. Yang juga penting saat membuat ukiran adalah memakai alat pahat yang tepat. Alat pahat kuku paling tepat untuk membentuk bagian yang melengkung, sementara pahat lurus paling tepat untuk membuat pahatan lurus. Jangan ditukar-tukar sebab hasilnya bisa berbeda dan tidak sesuai harapan. Karena pemakaian pahat saat intens saat anda mengukir, anda mungkin perlu mengasahnya sesekali. Karena bentuknya yang berbeda-beda, setiap pahat harus diasah dengan cara yang berbeda. Misalnya pahat lurus perlu diasah dengan batu besar mulai dari bagian paling besar hingga yang kecil. Sementara pahat miring harus diasah secara menyudut. Ada lagi pahat segitiga, anda perlu mengasah di bagian luar saja untuk menghindari mata pahat berubah bentuk.
  4. Mulai dengan melukis objek di atas kayu. Tahapan ini sangat penting bahkan bagi pemahat ahli sekalipun. Namun bagi mereka yang sudah terbiasa mengukir, tanpa desain pun biasanya mereka mampu membuat ukiran hanya dengan mengandakan daya imajinasi saja. Setelah menggambar objek di atas kayu, anda bisa mulai mengukir secara perlahan. Anda perlu melakukan hal ini secara perlahan sebab bagian luar kayu harus dipahat secara detil. Pakai jenis pahat sesuai dengan fungsinya. Membuat kerajinan tangan ukiran memerlukan waktu yang relatif tergantung dari ukuran dan tingkat kerumitan. Jika anda hanya membuat ukiran kecil untuk pajangan di ruang tamu, mungkin sehari 2 hari sudah selesai. Namun jika anda mengukir misalnya patung kayu yang besar, ini akan memakan waktu yang lebih lama lagi.
  5. Setelah ukiran selesai dibuat, anda tidak bisa melewatkant tahap finishing. Disini anda perlu menyiapkan peralatan furnishing untuk membuat kayu tersebut lebih mengkilat dan warnanya lebih hidup. Pada tahap ini anda juga bisa mengaplikasikan cat sesuai dengan kebutuhan.



Advertisement


Comment

Your email will not be displayed.