Cara Mengawetkan Makanan dengan Bahan Alami

CaraKomplit.com – Sudah sejak lama manusia di bumi memakai bahan alami untuk mengawetkan makanan. Seiring dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, semakin banyak pengawet buatan bermunculan. Hasilnya memang luar biasa, makanan bisa bertahan hingga bertahun-tahun. Namun anda tentu sudah tahu betapa bahayanya pengawet makanan buatan. Proses pengawetan alami jauh lebih aman bagi tubuh dan tidak akan menimbulkan masalah bagi kesehatan di masa mendatang. Cara kerja pengawet alami sebenarnya sederhana, yaitu memperlambat pertumbuhan bakteri pada makanan sehingga makanan tidak cepat membusuk. Kelebihan lain dari pengawet alami adalah tidak merubah rasa makanan dan memiliki nutrisi yang diperlukan oleh tubuh. Beberapa bahan makanan yang sering dipakai sebagai bahan pengawet antara lain garam, gula, dan cuka. Mengoleskan bahan-bahan ini ke atas makanan akan membuatnya bertahan lebih lama. Tanaman lain yang memiliki khasiat sama adalah rosemary.

Pengawet alami terbaik untuk makanan

Garam

Nenek moyang kita menggunakan garam untuk mengawetkan ikan hasil tangkapan mereka. Daging dan beberapa makanan lainnya juga seringkali dibubuhi garam agar lebih awet. Mengoleskan garam pada bahan makanan akan membuat mikroba mengering akibat terjadinya proses osmosis. Garam tersebut akan menghambat pertumbuhan bakteri penyebab pembusukan (biasanya Clostridium botulinum). Tidak hanya berfungsi untuk mengawetkan makanan, garam juga bermanfaat untuk melindungi makanan dari tumbuhnya jamur.

Gula

Bahan makanan ini sering dipakai mengawetkan makanan, terutama buah-buahan. Dalam prakteknya, gula biasanya diolah menjadi bentuk sirup atau kristal. Anda bisa mengawetkan makanan dengan memasaknya bersama gula. Gula berfungsi untuk membunuh berbagai mikroorganisme dan menghambat perkembangannya. Gula memiliki banyak manfaat, selain membuat makanan lebih awet, bahan ini juga membuat masakan lebih lezat dan gurih.

Cuka

Cuka memiliki sifat asam, oleh sebab itu sangat berguna untuk mengawetkan makanan. Cuka dibuat melalui proses fermentasi gula dan air. Zat asam asetat di dalam gula adalah pembunuh bakteri alami sehingga makanan menjadi tahan lama. Jenis cuka ada banyak, tergantung dari jenis gula yang dipakai untuk membuatnya. Namun hampir semua cuka memiliki khasiat yang sama untuk menjaga bahan makanan agar tetap awet.

Ekstrak rosemary

Tumbuhan ini telah dikenal lama, terutama oleh orang-orang di pegunungan alpen. Sekarang tumbuhan ini sudah tersebar ke berbagai pelosok dunia. Ekstrak rosemary dipakai untuk beragam kebutuhan, salah satunya adalah untuk mengawetkan makanan. Ekstrak rosemary didapatkan melalui proses distilasi daunnya. Manfaat lain dari ekstrak rosemary adalah untuk mencegah oksidasi makanan. Selain itu bahan ini juga mengandung antioksidan tinggi sehingga baik untuk kesehatan. Makanan yang diberikan ekstrak rosemary tidak hanya awet secara rasa, namun juga tampilan. Iya, ekstrak rosemary mampu mempertahankan warna makanan dalam kurun waktu yang cukup lama.




Advertisement

Comment

Your email will not be displayed.