Cara Membuat Barcode

CaraKomplit.com – Jika anda ingin membuka sebuah toko profesional, kehadiran barcode sangatlah diperlukan. Pada artikel berikut ini anda akan tahu bagaimana tahapan-tahapan dalam membuat barcode. Secara umum, ada empat tahapan yang harus anda lalui untuk membuat barcode. Yang pertama adalah anda harus mendapatkan nomor unik untuk setiap produk anda. Berikutnya adalah anda harus mengubah angka-angka tersebut menjadi barcode dengan gambar yang sesuai untuk setiap produk. Setelah itu, anda harus mencetak barcode tersebut pada kemasan produk yang ingin dijual. Dan yang terakhir adalah mengecek apakah barcode yang anda buat sudah bekerja dengan baik.

  1. Membuat barcode memang memerlukan proses yang kompleks, namun manfaatnya sangat besar. Yang pertama adalah anda harus mendapatkan nomor unik untuk produk anda. Barcode itu sifatnya unik, dalam artian semua produk memiliki nomor yang berbeda-beda. Untuk itu diperlukan sebuah organisasi yang mengatur pemakaian angka untuk barcode. Organisasi tersebut memiliki nama GS1, tugasnya adalah untuk memberikan angka unik untuk setiap produk. Anda perlu mengajukan aplikasi khusus untuk mendapatkan nomor barcode. Memang untuk membuat barcode tidak gratis. Anda perlu mengeluarkan sejumlah uang, namun bagi anda yang serius dalam bisnis retailer, ini adalah langkah yang positif. Anda bisa membeli beberapa nomor barcode sekaligus. Misalnya untuk area Inggris, masyarakat di Negara tersebut bisa membeli hingga 1000 nomor barcode sekaligus. Nomor tersebut berlaku selamanya, dan anda bisa memakainya untuk semua produk anda.
  2. Tahap kedua dalam membuat barcode adalah membuat gambar barcode. Setelah menerima angka-angka unik tersebut, tugas anda selanjutnya adalah mengubahnya ke dalam gambar barcode. Anda tentu sudah sering melihat gambar barcode, yaitu berbentuk bar dan berwarna hitam putih. Pada wilayah tertentu, misalnya di Amerika Serikat, pemilik bisnis langsung mendapatkan gambar bersamaan dengan dikeluarkannya nomor barcode. Sementara yang lainnya harus membuat gambar barcode sendiri. Bahkan jika anda diberikan gambar oleh GS1, anda tetap bisa menentukan gambar sendiri.
  3. Untuk mengubah nomor barcode menjadi sebuah gambar, anda bisa memakai font barcode atau memakai software khusus. Memakai software biasanya memberikan hasil yang lebih baik daripada memakai font barcode. Memilih software harus dilakukan secara hati-hati, yang terpenting adalah cari software yang menyediakan berbagai tipe output, misalnya EPS dan TIFF. Software pembuat barcode ada banyak dan harganya bervariasi tergantung dari hasil dan fitur yang dimiliki. Namun biasanya software ini sudah bisa anda miliki dengan harga di bawah 1 juta rupiah. Jika anda bingung memakai software yang mana, cobalah AVS Barcode Source. Kelebihan dari software ini adalah mudah diinstal dan dipergunakan.
  4. Tahap berikutnya dalam membuat barcode adalah mencetak. Biasanya barcode dicetak langsung ke dalam kemasan sebuah produk. Proses ini juga perlu melibatkan software khusus, misalnya DTP software. Yang penting adalah perhatikan gambar barcode agar tidak berubah. Hindari melakukan pengaturan seperti resize (mengubah ukuran) atau mengubah DPI-nya. Memakai software ini cukup mudah. Anda hanya perlu memasukkan semua pengaturan yang diperlukan, berikutnya biarkan software melakukan semuanya untuk anda. Jika anda ingin mengubah ukuran barcode atau melakukan pengaturan lain, lakukan pada software, bukan setelah gambar  dicetak.
  5. Tahap terakhir dalam membuat barcode adalah lakukan pengecekan. Apakah anda pernah melihat sebuah produk tidak terbaca saat di scan dengan mesin barcode? Itu adalah tanda bahwa barcode tersebut mengalami masalah. Anda perlu men-scan barcode pada beberapa scanner berbeda untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat.

Nah, setelah anda memiliki barcode, silakan aplikasikan pada bisnis retail anda. Teknologi ini akan membuat pendataan produk menjadi lebih mudah.




Advertisement

Comment

Your email will not be displayed.