Cara Beternak / Budidaya Jangkrik

CaraKomplit.com – Capek harus mencari jangkrik untuk makanan hewan peliharaan anda? Jangkrik adalah salah satu makanan utama bagi beberapa spesies burung, oleh sebab itu keberadaannya sangat penting. Jangkrik memiliki nutrisi yang penting untuk pertumbuhan hewan peliharaan anda. Untuk mengatasi masalah sulit mencari jangkrik, anda bisa beternak jangkrik di rumah. Bagaimana caranya? Silakan ikuti beberapa tahapan berikut ini:

  1. Hal pertama yang harus anda lakukan untuk beternak jangkrik adalah mempersiapkan kandang khusus. Sebaiknya anda mempersiapkan 2 kandang, satu untuk pemeliharaan dan satunya lagi untuk perkawinan. Selanjutnya silakan tentukan berapa ekor jangkrik yang akan anda beli untuk dibesarkan dan diternak. Untuk memelihara jangkrik, anda bisa membeli kotak penyimpanan khusus. Pilih kotak yang memiliki pinggiran agak tinggi agar jangkrik peliharaan anda tidak meloncat keluar. Sebuah kotak berukuran 53 liter mampu menampung jangkrik hingga 500 ekor. Selain itu pilihlah kotak penyimpanan yang terbuat dari bahan yang licin untuk mencegah jangkrik melompat keluar.
  2. Jangkrik memerlukan alas agar mereka bisa tumbuh dan berkembang dengan baik. Silakan beli vermikulit atau pasir kemudian tuangkan ke dalam kotak penyimpanan dengan ketinggian sekitar 2 inci. Bahan ini sangat penting agar jangkrik bisa berjalanan, selain itu juga bisa menjaga agar kotak penyimpanan (kandang) tetap kering. Jika anda memelihara cukup banyak jangkrik di dalam kotak, gantilah vermikulit secara teratur, 1 hingga 6 bulan sekali. Lapisan vermikulit di bagian atas biasanya agak basah setelah beberapa minggu pemakaian. Anda bisa mengangkatnya kemudian menggantinya dengan yang baru. Lapisan ini juga nantinya akan dipakai oleh jangkrik betina untuk berkembang biak.
  3. Setelah mempersiapkan kandang, langkah berikutnya untuk beternak jangkrik adalah membeli bibit. Jika anda baru belajar budidaya jangkrik, 30 hingga 50 ekor jangkrik sudah cukup. Sedangkan jika ingin beternak secara serius, anda bisa membeli bibit jangkrik lebih dari itu. Pastikan juga di dalam populasi jangkrik tersebut ada betinanya, kalau bisa betinanya lebih banyak daripada pejantan. Jangkrik betina bisa dikenali dengan ekor ( atau disebut ovipositor) yang lebih panjang. Organ ini diperlukan untuk meletakkan telur ke dalam tanah. Selain itu jangkrik betina juga memiliki sayap yang lebih sempurna dibandingkan jangkrik jantan. Jangkrik jantan mudah dikenali dengan ekor berjumlah 2 di bagian belakang. Selain itu sayap mereka juga lebih pendek.
  4. Letakkan koloni jangkrik ke dalam kandang yang telah dipersiapkan sebelumnya. Kemudian jangan lupa memberi makan dengan makanan khusus jangkrik yang bisa anda dapatkan di toko hewan. Yang terpenting adalah hindari memberi makanan basah agar tidak membasahi lapisan pasir atau vermikulit. Makanan lain yang bisa anda coba antara lain bayam, buah, kentang, dan berbagai sayuran lainnya. Sedangkan untuk minum, anda bisa mempersiapkan semacam tatakan yang diisi dengan air bersih. Sebisa mungkin hindari pemakaian alat yang bisa membuat lapisan pasir basah.
  5. Salah satu tahap yang juga sangat penting dalam budidaya jangkrik adalah jaga suhu kandang agar tetap hangat. Suhu yang hangat akan membantu proses penetasan telur. Ada beberapa hal yang bisa anda lakukan untuk menghangatkan suhu ruangan, seperti memakai alat pemanas atau lampu. Suhu terbaik untuk jangkrik adalah 80-90 derajat Farenheit.
  6. Setelah membesarkan jangkrik, tahap selanjutnya adalah mengawinkan mereka. Tunggu selama kurang lebih 2 minggu setelah pemeliharaan agar jangkrik-jangkrik tersebut siap dikembangbiakkan. Setelah meletakkan telur, anda bisa mengganti kotak pemeliharaan dengan yang baru.
  7. Setelah mendapatkan telur-telur yang diinginkan, selanjutnya anda harus mengikubasinya agar menetas. Letakkan telur di tempat yang memiliki suhu 85-90 derajat Farenheit. Dalam jangka waktu 2 minggu, seharusnya telur-telur tersebut sudah menetas. Anda akan melihat jangkrik-jangkrik yang masih kecil keluar dari dalam pasir. Jika semuanya sudah keluar, ambil dan letakkan ke dalam kotak penyimpanan baru seperti saat anda pertama memelihara indukan. Silakan tunggu hingga membesar, kemudian anda bisa memanennya untuk pakan ternak atau dijual kembali.



Advertisement

Comment

Your email will not be displayed.